"Tidak adakah ruang yang kita sisakan untuk Allah di hati kita sehingga kita hari ini merasa sesak dan muak dengan kehidupan dunia? Ataukah kita sendiri yang membiarkan kekosongan terus menerus di hati kita sehingga sedikitpun tidak ada celah untuk Allah di hati kita? Padahal Allah lah yang memberikan kita nafsu untuk mencintai, yang seharusnya-kita-gunakan di tempat dan porsi yang semestinya. Allah lah yang menciptakan kita hati, agar mampu merasa menjadi penting di dunia. Oh, tidak! ini mungkin bukan tentang hati kita yang kosong ataupun sesak sehingga kita merasa kesepian, ini karena Allah sedang mencemburui kita!"
Postingan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Video Populer
Baca Juga
-
Siri’ Na Pacce : Falsafah yang Rentan Salah Interpretasi Oleh : A. Khalil Gibran Basir Jika dahulu hanya dibutuhkan seorang Sult...
-
Mencari Titik Keadilan di Ranah Pendidikan Oleh : A. Khalil Gibran Basir Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupa...
-
REFLEKSI TENTANG KOTAK KECIL Oleh: A. Khalil Gibran Basir Angkatan VII Ilmu Komputer Universitas Hasanuddin Ketua Panitia Anniversary k...
-
Kembali, pada satu kegilaan masa remaja yang seharusnya sudah terjalani Lewati, dalam hening dosa dan dua belas bulan yang terlewati Sebu...
-
“Aku harus berusaha, tapi mulai darimana?” – Kunto Aji Beberapa bulan terakhir saya disibukkan dengan berbagai macam kegiatan y...
-
Quo Vadis? “Your future is defined by what you do today, not tomorrow” – Robert T. Kiyosaki Gelas tidak akan tercipta pada aw...
-
Pantaskah Kita disebut “Generasi Micin” ? Pernahkah kita berpikir bahwa hampir setiap istilah beken yang kita dengar saat ini merupaka...
-
“Tertawalah bersama proses, bukan menertawainya. Kegagalan sejati hanya milik mereka yang tidak paham esensi gagal sebenarnya” - akhalilgib...
-
Ada banyak orang yang memilih untuk hidup lebih tenang dalam zona nyamannya dibandingkan dengan turun ke dalam suatu wadah yang menyita ban...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar