Kembali, pada satu
kegilaan masa remaja yang seharusnya sudah terjalani
Lewati, dalam hening dosa dan dua belas bulan yang terlewati
Sebuah pengorbanan yang hilang dan ksatria yang terlambat muncul di siang hari
Bersembunyi, atau selama ini hanya pura-pura sembunyi?
Lewati, dalam hening dosa dan dua belas bulan yang terlewati
Sebuah pengorbanan yang hilang dan ksatria yang terlambat muncul di siang hari
Bersembunyi, atau selama ini hanya pura-pura sembunyi?
Aku mencoba beribu dalih
untuk membenarkan dalam diam
Diatas secarik kertas dan goresan pena yang dalam
Namun yang terdengar hanya kegelisahanku atas serangkaian paragraf patah
Entah mengapa masih mengantarkanku pada resah
Apakah sayapku masih patah?
Tanyaku yang sudah terbelah-belah
Diatas secarik kertas dan goresan pena yang dalam
Namun yang terdengar hanya kegelisahanku atas serangkaian paragraf patah
Entah mengapa masih mengantarkanku pada resah
Apakah sayapku masih patah?
Tanyaku yang sudah terbelah-belah
Resah, dan kisah yang mengantarkanku sampai hari ini
Atau hari yang menunggu malam menjemput pagi
Semua kegelisahanku ada dalam sebungkus paragraf mati
Biarlah menari-nari
Dan ucapkan selamat tinggal di hari nanti
Makassar, 19 Juli 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar