Postingan

Mari Tertawa bersama Proses

“Tertawalah bersama proses, bukan menertawainya. Kegagalan sejati hanya milik mereka yang tidak paham esensi gagal sebenarnya” - akhalilgibran

Konon dalam suatu surat kabar edisi akhir abad ke-19, diberitakan bahwa seorang penyihir-dari-Menlo-Park telah gagal sebanyak 9.995 kali dalam menemukan bola lampu pijar. Ia kemudian geram dan menuntut surat kabar yang telah memberitakan dirinya itu untuk segera mengklarifikasi pemberitaan tentang dirinya dalam semalam. Keesokan harinya, pemberitaan masih tetap pada fokus yang sama. Namun yang uniknya, tagline berubah menjadi “Setelah 9.995 kali berhasil menemukan  lampu yang tidak menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan bola lampu yang menyala”.

Nama penyihir itu adalah Edison, seorang ilmuwan dan pengusaha populer abad 19 dan 20. Kita lebih mengenalnya dengan nama Thomas Alva Edison. Sebelum meninggal pada tahun 1931, ia adalah pemegang hak paten atas 1.093 penemuan dan banyak dari penemuan-penemuannya itu masih digunakan hingga sekarang. Sebut saja bola lampu, dan pembangkit listrik.

Edison tidak meraih kesuksesannya dengan mudah, ia mengalami banyak kegagalan. Hak paten pertama atas mesin perekam suara telegrafik milik Edison pada tahun 1869 ditolak oleh badan legislatif, gerbong kereta api tempatnya melakukan eksperimen terbakar, dan lampu yang akhirnya menyala setelah ribuan kali percobaan. Semua kegagalan yang telah ia alami tidak membuatnya menyerah. Ia berjalan dari situasi kritis dan mengkonversinya ke dalam pemicu positif. Edison melanjutkan eksperimen perekam suara telegrafiknya, membangun kembali laboratoriumnya di dalam bagasi mobil serta kembali melakukan percobaan bola lampu pijar hampir 10.000 kali.

Lain halnya dengan Peter Spann, seorang miliarder asal Australia yang hidup sangat miris pada awalnya namun berhasil bangkit dari kegagalan. Dahulu ia berada pada kondisi yang memprihatinkan sehingga memilih untuk pindah ke rumah yang kecil dan bertahan hidup hanya dengan memakan ikan sarden kedaluwarsa yang ia dapatkan dari diskon di supermarket. Peter Spann yang pada saat itu berusia 22 tahun, selalu berpikir positif dan berusaha keras untuk mewujudkan impiannya. Kegagalan demi kegagalan bukan hanya membuatnya tertekan dan merasa muak, namun ia mulai menyalahkan orang lain dan Tuhan.

Titik baliknya terjadi di suatu pagi ketika ia terbangun dari tempat tidur dan dalam kondisi yang hampir membuatnya gila, ia berdiri di depan cermin sembari bersumpah “Saya bersumpah bahwa saya tidak akan pernah membiarkan diri saya begitu rendah. Suatu hari nanti, saya akan menjadi miliarder besar”. Demikian sumpahnya, dan ia menandai hari itu di kalender sebagai bukti keseriusannya.

Setelah meneriakkan tekadnya itu, ia merasa ada kekuatan yang menggelegar dalam hatinya. Alhasil, percaya dirinya kembali pulih, dan mulai merancang masa depannya lagi. Ia kemudian membuka daftar kontak teman lamanya dan kemudian teringat oleh salah seorang teman yang memiliki ayah terkaya diantara kawan-kawan yang lainnya. Ternyata, temannya tidak melupakan Peter, dan ayahnya bersedia untuk memberikan konsultasi gratis serta secara sukarela mengajarkan tentang rahasia meraih kekayaan.

Berselang tujuh tahun kemudian sejak pertemuannya dengan pembimbingnya itu, ia telah beranjak menjadi seorang miliarder besar di Australia.

Apa yang saya ceritakan di atas adalah sedikit bacaan saya hari ini sembari menikmati kopi di pagi hari depan beranda rumah. Moral value yang saya tangkap adalah teruslah berproses meskipun dalam kondisi kritis. Layaknya sigmoid curve yang berbentuk S terbaring, hidup telah disusun dengan dinamika-dinamika tertentu. Kadang kita dihadapkan pada kondisi kurva yang naik, kadang sudah berada di puncak, namun kadang juga harus turun ke bawah. Semua hidup berjalan sesuai dengan proses. Akan selalu ada pembaharuan-pembaharuan yang akan kita alami. Tertawalah bersama proses, bukan menertawainya. Karena orang yang tidak paham esensi dari kegagalan, adalah mereka yang rapuh ketika di puncak.


Kopi susu mulai mendingin, waktunya mengakhiri cerita dan mulai beraktifitas di hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Andi Khalil Gibran Designed by Templateism | MyBloggerLab Copyright © 2014

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.