Saya, Kopi, Waktu
dan Prioritas
“Sebuah perjalanan
1000 mil, dimulai dengan satu langkah kecil”
Berapa waktu
yang kita butuhkan untuk membuat segelas kopi? Dan berapa waktu yang kita
butuhkan untuk menghabiskan segelas kopi?
Malam ini saya
ada diantara dialog pembahasan dua hal antara lebih lama mana, membuat atau menyelesaikan.
Jika kita
mencoba merunut logika, maka proses untuk membuat sebenarnya jauh lebih panjang
dibandingkan dengan menghabiskan. Tapi saya mencoba mencari sudut pandang lain malam
ini.
Andaikan saya
letakkan segelas kopi hangat di hadapan saya dalam keadaan haus maka tidak
peduli bagaimana, saya mungkin akan menghabiskannya dalam waktu kurang dari
satu menit. Ini jika kita berbicara tentang haus, sebuah kondisi yang mendorong
kita karena kita sedang berada di kondisi yang kritis. Bahkan mungkin dalam
keadaan yang betul betul haus, tidak peduli bagaimana rasa kopi tersebut, akan
tetap dihabiskan dalam waktu kurang dari satu menit.
Saya mencoba mengandaikan
lagi, bagaimana jika dalam keadaan yang sangat haus, kopi yang saya letakkan di
depan saya ini dalam keadaan panas. Panas. Sangat panas sehingga bisa membakar
lidah. Saya berpikir lagi. Mungkin saya akan menghabiskan lebih banyak waktu
untuk mendinginkannya, dan atau meminumnya sedikit demi sedikit sambil menunggu
waktunya mendingin.
Nah, ada dua hal
yang saya permasalahkan lagi setelah ini. Apakah kemudian saya meminumnya
sambil mendinginkan, atau saya mendinginkan terlebih dahulu kemudian minum
sekaligus?
Jika mungkin
saya sudah tidak sabar maka saya akan minum sedikit demi sedikit. Namun,
apabila saya bisa menahan, maka mungkin lebih baik untuk mendinginkan terlebih
dahulu sebelum meminumnya sekaligus.
Kembali
berandai, bagaimana jika saya meminum kopi sambil mengerjakan sesuatu yang
lain? Saya mungkin akan menikmati kopinya dengan perlahan, mencoba mencari
inspirasi diselingi beberapa tegukan kopi. Ataupun opsi lain, saya tidak akan
meminum kopi itu karena keasikan mengerjakan sesuatu yang lain hingga lupa
bahwa kopi sudah mendingin dan tidak enak lagi untuk diminum.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari beberapa pengandaian saya di
atas, ada beberapa hal yang bisa saya tarik malam ini:
1. Keadaan pertama adalah ketika titik rasional kita tidak berada
dalam kendali kita lagi. Ini adalah keadaan yang mendesak kita untuk berbuat
cepat, tapi tidak efisien, terlalu terburu-buru. Ataupun keadaan yang memang
mengharuskan kita untuk mengorbankan satu hal untuk hal lainnya, sayangnya
dalam keadaan kritis dan paksaan.
2. Keadaan kedua adalah ketika tekanan dihadapkan dengan tekanan. Keadaan
kedua bagian pertama adalah bagaimana kita tetap mengikuti nafsu dan keinginan
kita meskipun kita sedang berada pada tekanan, sehingga kita berjalan di atas
tekanan itu, mencoba mengurangi tekanan sedikit demi sedikit sambil mengambil
tindakan. Keadaan kedua bagian kedua adalah keadaan yang mengharuskan kita
untuk menghilangkan tekanan terlebih dahulu, baru kita bertindak. Hal ini juga tidak
salah dilakukan mengingat apabila kita berpikir di bawah tekanan, kadang
keputusan yang kita ambil tidak sesuai dengan rasionalitas kita.
3. Keadaan ketiga bagian pertama adalah ketika kita memang
menikmati apa yang menjadi hasil pekerjaan kita. Meskipun dihadapkan dengan
sesuatu yang lain, namun kopi tetap masih menjadi salah satu prioritas.
Sedangkan keadaan ketiga bagian kedua adalah ketika memang kopi bukan lagi
menjadi prioritas utama melainkan ada hal yang lebih urgent dilakukan daripada
sekedar ngopi.
Malam ini adalah malam senin.
Saya menghabiskan waktu hanya depan komputer untuk mengerjakan proposal tugas
aplikasi saya untuk dipresentasikan hari ini. Sedikit menyusahkan memang, tapi
ini yang dapat saya lakukan. Terutama jika saya berpikir ke depan, tentang apa
yang harus sebenarnya saya lakukan untuk mencapai realisasi mimpi yang saya
bangun sendiri. Yakin usaha sampai, terus bergerak, tahun 2023 sudah dekat 😊
Refleksi sudah selesai, tidak
disadari kopi telah mendingin dan menyisakan setengah gelas untuk dihabiskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar